03/08/2017

Masihkah was-was berbelanja buku secara online?

Kemarin, ada sebuah toko buku online yang mempunyai penawaran menggiurkan. Beberapa rekan di instagram berujar bahwa pemilik toko online tersebut juga memiliki akun toko buku online yang lain di Instagram. Sebutlah kedua toko itu adalah toko A dan toko B. Menariknya, tiap sebulan sekali, kedua toko ini berani menjual produknya hanya setengah harga dari harga pasaran. Tentu saja buku yang dijual terbatas dan berasal dari satu penerbit saja. Nah, sudah ada bayangan nama toko online-nya kah? Oke, cukup simpan dalam benak ya… karena kita tidak sedang berpromosi nama toko di sini. Seandainya ada yang masih penasaran toko apa ini, hubungi saya via japri saja ya hehe..

Promo seperti itu tidak hanya terjadi di dua toko online tersebut. Semakin menjamurnya toko buku online, tidak sedikit di antara mereka mencoba menarik calon pelanggan dengan berbagai cara. Mulai dari beragam variasi potongan harga sampai subsidi ongkos kirim. Sayangnya masih ada hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk berbelanja buku secara online; kepercayaan. Lalu, apakah ketakutan ini akan mencegah kita berbelanja buku secara online? :D

01/06/2017

Resensi Buku: My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry




Judul buku: My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry
Penulis: Fredrik Backman
Penerjemah: Jia Effeandie
Penerbit: Noura Books
Cetakan: Pertama/2016
Ketebalan buku: 489 halaman
Kategori: Novel
ISBN: 978-602-385-164-5
Rate: 4 of 5 










Blurb

Pernahkah kau merasa ingin pergi dari dunia nyata? Saat kau terasingkan, dan orang-orang di sekitarmu tampak tak memerdulikanmu, bahkan seakan membencimu?

Elsa sering merasa demikian. Misalnya, saat teman-teman menghukumnya hanya karena tidak meyukai syal yang dikenakannya. Atau saat Elsa bicara jujur, mereka mencemoohnya. Sangat jelas mereka membenci Elsa. Itu semua karena Elsa berbeda dari anak lainnya.

Elsa pernah bertanya, apakah menjadi berbeda itu salah? Nenek berkata bahwa menjadi berbeda itu bagus, dan teman-temannya saja yang bodoh. Lalu nenek berkisah tentang dunia yang berisi pahlawan dan mekhluk negeri dongeng. Negeri istimewa yang hanya bisa dikunjungi anak-anak istimewa. Semenjak itu, Elsa sering pergi ke negeri dongeng kapan pun dia mau, bersama Nenek, tentunya.

Sampai suatu saat, Nenek tak bisa lagi menemani. Nenek harus pergi, sangat jauh, sendiri. Sebagai permintaan terakhir, Nenek mengirim Elsa untuk menjalani sebuah misi. Misi khusus yang hanya sanggup dijalankan oleh Elsa dan kelak bisa mengubah jalan hidup siapa pun yang terlibat di dalamnya.


Menurut  saya, bagian cover buku ini cukup mewakili apa yang tertulis dalam buku ini. Hujan dan anak kecil berpayung, cocok untuk menggambarkan Elsa yang sedang berusaha melewati masa berkabung atas kematian neneknya. Ditambah bagian belakang cover buku juga memberikan sedikit petunjuk bagaimana Elsa di tengah teman sebayanya. Sesuatu yang cukup menimbulkan tanda tanya, misi apa yang hanya sanggup disampaikan oleh Elsa.

Karakter

Hampir sepertiga buku berisi detil dan deskripsi para karakter yang berperan dalam cerita ini. Tidak hanya Elsa dan neneknya saja, tetapi seluruh warga yang tinggal dalam gedung flat yang sama dengan Elsa dibahas. Saya sempat ‘menuduh’ penulis ini tidak fokus pada cerita Elsa dan Nenek karena ‘saking’ banyaknya karakter yang bertebaran. Namun bertambah halaman, saya semakin paham bahwa Elsa harus menyampaikan pesan dan permintaan maaf nenek untuk mereka. Tentu saja predikat karakter yang kuat dalam cerita ini tetap ‘dipegang’ oleh Elsa dan Neneknya. :D
"Bolehkah aku meminjam telepon Nenek?"

"Untuk apa?"
"Untuk memeriksa sesuatu."
"Dimana?"
"Online."
"Kau menginvestasikan banyak waktumu di internet."
"Maksud Nenek, 'menghabiskan'."
"Maaf?"
"Maksudku, bukan begitu cara memakai kata 'investasi'. Nenek tidak akan bilang, 'Aku menginvestasikan dua jam membaca Harry Potter dan Batu Bertuah', kan?"
Nenek hanya memutar bola mata dan menyerahkan teleponnya kepada Elsa. 
"Pernahkah kau mendengar tentang seorang gadis yang meledak karena terlalu banyak berpikir?" -- (hal.7)

Di awal cerita, usia Elsa belum genap delapan tahun. Ia berasal dari keluarga ‘broken home’, dan memiliki perbedaan kemampuan kognitif di antara teman sebaya. Itulah mengapa ia hanya akrab dengan neneknya. Selain itu, wikipedia adalah salah satu situs favorit Elsa untuk mengakses informasi yang belum ia ketahui. Pendek kata, Elsa cerminan generasi Z yang menggunakan teknologi secara efektif. Bukan untuk bersosial media, tetapi untuk memahamkan dirinya atas sesuatu yang belum ia ketahui. Bahkan tidak jarang, Elsa mengoreksi bagaimana Neneknya berbicara.

Kalau di negara kita, usia sekian sudah paham ‘cerita si kancil anak nakal’ atau cerita nusantara yang lain, maka Elsa adalah versi ‘modern’ yang membaca Harry Potter di masa kanak-kanaknya. Ia juga mengenal Spiderman, X-Man,  dan beberapa cerita fiksi yang saya pun belum pernah membaca atau menonton filmnya. Tentu saja, kebiasaan membacanya ini bukan hal lazim di antara teman-teman seusianya. Ia pernah berkelahi dengan teman sekelasnya hanya karena Elsa ingin memilih memakai kostum Spiderman. Padahal, lazimnya anak perempuan akan memilih kostum putri, bukan Superhero. 

Meskipun Nenek terkenal nyentrik dan berperilaku tidak sesuai usianya – mereka menyebutnya terlalu bersemangat, sewaktu muda nenek adalah seorang dokter bedah. Tidak sekedar dokter yang berpartisipasi di sebuah rumah sakit, ia juga pergi menyelamatkan korban musibah tsunami dan peperangan. Di sanalah nenek bertemu dengan orang-orang yang ditolongnya. Cerdas dan berani, itulah gambaran Nenek. Tak berlebihan bila ia mewariskan bakatnya pada Elsa.

Karakter lain yang tak terduga begitu banyak dalam novel ini. Beberapa istilah juga digunakan untuk menyebut para penghuni flat dalam dunia dongeng. Nenek dan Elsa menyebut seekor anjing besar sebagai ‘Teman Kita’ atau ‘Wurf’, sesosok lelaki yang dikenal sebagai ‘Monster’ atau ‘Wolfheart’ ,dan banyak istilah lain yang mewakili para penghuni flat dalam dunia dongeng.

Plot

Cerita ini berselang seling antara dunia nyata dan dunia dongeng dalam ingatan Elsa. Selama hidup, Nenek menceritakan tokoh-tokoh rekaan dalam dunia 'Setengah-Tak-Terjaga'. Teruntuk pecinta fantasi, mungkin keberadaan cerita demikian bisa cukup menghibur. Sayangnya, saya agak terganggu dan pusing saat mencoba memahami peralihan masa kini – ingatan dongeng – masa kini lagi. Peralihan alur maju dan mundurnya ini tidak terpisahkan dengan jelas. Tergantung bagaimana Elsa ingin mengingat nama atau peristiwa tertentu dalam dunia dongeng. Cerita bisa beralih dunia dengan tiba-tiba.

Konflik

Tiap mengantarkan satu surat dari nenek untuk penerimanya, Elsa pasti akan bertanya, “Apa yang ditulis oleh Nenek?” Hampir semua penerima surat akan berujar, "Nenekmu meminta maaf." Namun Elsa bukan tipikal mudah puas atas jawaban yang diberikan oleh lawan bicaranya. Mengingat bagaimana kritisnya Elsa, dia pasti akan bertanya sampai akar. Ia selalu memastikan penerima surat benar-benar menyampaikan apa yang dituliskan Nenek untuk si penerima. Lalu, apakah para orang dewasa itu benar-benar langsung mau bicara? Tentu tidak, tidak jarang perdebatan sengit terjadi ketika para penerima surat merasa tidak perlu membagi pesan tertulis kepada Elsa. Tidak hanya diusir dan dimarahi, Elsa pun pernah hampir diculik karena berkaitan dengan perbuatan Nenek di masa lampau. Suatu kondisi yang cukup mengecoh saya di penghujung cerita.

Rekomendasi

Saya membaca beberapa reviewer merekomendasikan bacaan ini untuk segala usia. Mungkin saya akan menambahkan, bacaan ini cukup berat untuk dibaca anak-anak. Paling tidak, para calon pembaca sudah mengerti novel Harry Potter dan sejenisnya, mengingat Elsa sering mengambil contoh peristiwa dalam novel-novel tersebut. Tidak semua anak (apalagi di Indonesia) bercakap-cakap seperti Elsa; bercakap-cakap secara kritis. Mungkin, ada Kirana (balita yang menjadi model buku 'Happy Little Soul') yang saya duga bisa menjadi seperti Elsa suatu saat nanti, versi yang lebih ‘Indonesia’ tentunya. Elsa, cukup oke bila dijadikan model dalam melatih berbicara dan berterus terang, tetapi belum memperhatikan etika dalam berbicara dengan orang yang lebih tua. Sesuatu yang kurang berkenan di negara kita. Tentu saja kondisi Elsa 'berbeda'. Bagaimanapun juga, kalau buku ini dibaca anak… siapa saja yang mendampingi perlu sadar dulu kalau buku ini adalah fiksi dari 'western country'. :D

04/05/2017

Beberapa buku Pop di bidang Matematika

Sebenarnya, saya tidak tahu banyak tentang jenis genre buku. Seringkali saya sekedar melabeli buku hanya dari apakah buku tersebut fiksi atau bukan. Kemudian saya menyadari bahwa tidak selalu buku-buku nonfiksi itu mempunyai 'rasa' yang sama. Buku-buku yang kemudian saya ketahui, dapat dikategorikan sebagai buku ilmu pengetahuan populer. Buku jenis ini masih mengedepankan fakta dan bersifat ilmiah, tetapi menggunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti bagi semua kalangan. Hingga akhirnya, tidak hanya calon pembaca yang memiliki latar belakang pengetahuan tertentu saja yang bisa 'mengonsumsi' buku ini, hampir semua jenis kalangan diharapkan mampu memahami apa yang disajikan dalam buku jenis ini.

09/04/2017

Syarat dan Ketentuan Berlaku


Baru saja salah satu penerbit mengadakan bagi-bagi gratis e-book dari beberapa buku yang mereka jual. Saya pun mencoba ikutan event ini karena beberapa hari yang lalu sang admin sudah mewanti-wanti akan adanya free e-book via google play. Wah, saya pun iseng mencari-cari e-book yang dimaksud. Saya juga membuat 'oret-oret an' judul e-book yang akan saya download nanti supaya tidak lupa. Maklum.. pelupa, apalagi saat panik. XD

30/03/2017

Customized

Beberapa hari yang lalu, saya menyadari bahwa blogspot menawarkan beberapa bentuk tema baru. Bila diamati, beberapa tema yang ada mirip dengan tema yang ditawarkan wordpress. Itupun juga dilengkapi dengan menu 'customize' yang bisa memberikan saya keleluasaan mengatur tampilan tertentu dari tema yang dipilih. 

Tidak hanya tampilan blog yang bersifat 'customized'. Ternyata kehidupan sehari-hari pun juga bersifat 'customized'. Ini saya sadari ketika saya membeli batagor di sebuah warung yang ramai pengunjung kemarin. Saat saya menunggu pesanan saya dibungkus, penjual bertanya pada beberapa pembeli mengenai apa yang mereka pesan.

24/03/2017

Reading slump

Kalau ditanya apakah saya bosan makan nasi? Mungkin kalau tiap hari makannya nasi putih saja pasti bosan karena rasanya yang tawar. Iya, kalau dikunyah memang rasanya manis, tapi saya gagal menemukan rasa asin atau rasa pedas pada nasi tersebut. Tapi... tentu saja saya belum bosan makan nasi dengan lauk, apalagi lauknya berbeda-beda tiap hari. Jadi saya belum bisa beralih pada makanan pokok lain seperti roti, umbi-umbian macam kentang, ‘mbote’ (maaf saya tidak tahu bahasa Indonesia-nya), sagu, jagung, dan beberapa jenis hasil alam yang bisa dikatakan sumber karbohidrat lain. Teman saya bilang, saya itu ‘semego’, orang yang menganggap belum makan kalau tidak makan nasi. Padahal ya, tentu saja saya bisa bosan juga kalau hanya makan nasi tanpa lauk, apalagi terus menerus. Lha apa hubungannya nasi dengan reading slump? Tidak ada sih :D

01/03/2017

Buku dan Instagram

Lebih dari tiga bulan saya mempunyai akun instagram. Akun yang awalnya saya tujukan untuk mengikuti perjalanan salah satu penerbit dan panitia penyelenggara event Big Bad Wolf Surabaya. Penerbit yang saya ikuti, sering mengadakan event buku murah dari satu kota ke kota lain. Lumayan, saya bisa menjadikan kabar tentang buku murah sebagai info di grup WA. Apalagi teman-teman saya tersebut tinggal tersebar di provinsi Jawa Timur. Cukup membantu teman-teman saya untuk bergegas dan mencatat kapan buku murah akan hadir di kota mereka. Namun, saya kemudian menyadari bahwa para penerbit, book blogger, bookstagrammer, dan bahkan online shop yang menjual buku pun beredar di sosmed ini. Tidak jarang juga mereka sering berpromosi mengenai buku tertentu dengan harga lebih rendah dari harga di toko buku. Bahkan hampir setiap beberapa hari sekali, para penerbit, book blogger dan bookstagrammer mengadakan kegiatan berbagi buku bacaan secara cuma-cuma. Apa saja kegiatan yang mereka adakan?

17/02/2017

Resensi Buku: Everything is Alright - Sekuntum Mawar untuk Negeri

Sumber
Judul buku: Everything is Alright – Sekuntum Mawar untuk Negeri
Penulis: DR. Sri Damayanty Manullang
Nama Penerbit: Stiletto Book
Cetakan: Pertama/Tahun 2013
Ketebalan Buku: 388 halaman
Kategori: Non Fiksi/ Memoar
ISBN: 976-602-7572-17-1

Sebagai wanita, seringkali cita-cita dan cinta tidak selalu berjalan bersisian. Memang akan ada pria-pria yang akan mendukung apapun yang dilakukan sang wanitanya, namun tidak sedikit yang merasa terabaikan dan memutuskan hubungan ketika sang wanita berjuang mewujudkan cita-cita yang ada. Satu dari para wanita yang berjuang tersebut menorehkan kisahnya dalam buku memoar ini. Kisah yang disusun dalam rangka ‘terapi’ atas kegagalan menjadi calon legislatif (caleg) pemerintah pusat dan kandasnya rencana pernikahan dengan pujaan hatinya.


Asam Manis Kehidupan

Penulis memutuskan untuk bertolak dari Jakarta menuju tanah kelahirannya demi memulihkan diri dari luka-luka yang ada, di sebuah kampung daerah Danau Toba-Samosir Sumatera Utara. Sambil memandang tiap tempat yang lewati, kilasan-kilasan masa lalu turut andil dalam mengenang segala yang terjadi di setiap sudut kampungnya ini. Dari sinilah kisah-kisah masa kecil penulis beserta keluarga mengalir dengan deras. Rupanya kekayaan alam di sekitar rumah penulis, keuletan dan sikap kerja keras sang ibu mampu mendidik penulis dan seluruh saudaranya untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan pendapatan tambahan sehari-hari. Berkebun, berburu kemiri, berternak, berdagang jajanan, semuanya pernah dilakoni oleh penulis. Belum lagi perjalanannya bersama teman-teman dari hutan sampai pertandingan antar sekolah juga turut mewarnai masa kecil penulis. Singkat kata, masa kecil penulis terkesan kaya akan aktivitas dan menyenangkan.

Kemudian kisah bergulir mengenai perjalanan yang berat juga ditempuh penulis saat mendatangi lokasi-lokasi dimana calon pemilih berada. Tidak hanya medan yang berat, perasaan kesal muncul setelah mendapati caleg partai lain berlomba-lomba menggunakan money politic demi meraup simpati dari masyarakat pedalaman. Belum lagi ketika pemilihan berlangsung, pesaing tidak hanya dari partai lain, tetapi juga kandidat lain yang berasal dari partai yang sama. Kesusahan penulis terus berlanjut. Perolehan suara di daerah ia mencalonkan diri tidak sama dengan data yang diterima pusat. Tentu saja hal ini semakin memperkecil peluangnya untuk lolos menjadi anggota dewan.

Kegiatan pemulihan kesedihan

"Semakin kaubiarkan kesusahan menguasai hidupmu, maka kesusahan itu sendiri akan berkuasa. Jadi, buang segera segala kesusahan dan penderitaan. Kuasai hidupmu dan urus anakmu baik-baik, itu yang utama. Jangan lupa jaga kesehatan juga." (halaman 9)

Kutipan di atas adalah bentuk nasihat sang ibu yang tercuri dengar oleh penulis sekembalinya dari Jakarta. Waktu itu sang ibu sedang berbincang dengan seorang ibu tiga anak yang curhat karena ditinggalkan suaminya. Tentu saja kata-kata sang ibu amat bertuah karena ayah penulis pun juga telah melipir meninggalkan keluarga mereka. 

Dalam buku ini, penulis seolah menyampaikan pesan agar para pembaca juga memilih kegiatan positif untuk mengalihkan diri dari kesedihan yang ada. Bila penulis memilih menulis sebagai bagian 'terapi'-nya maka diceritakan pula sekelumit mengenai adik lelakinya. Sang adik yang merasakan stress karena kegagalan kakaknya sebagai anggota dewan mengalihkan kerisauannya melalui bertanam dan meneliti pohon cabe. Hasilnya? Ia mampu menemukan cara bertani cabe dengan hasil ribuan buah dalam satu pohon. Bersama rekan-rekan dan petani sekitar, komunitas petani cabe pun terbentuk demi meningkatkan keterampilan bertani penduduk lokal.


Tidak selalu kegagalan membawa kesedihan

Setelah memperoleh gelar HDR (gelar doktor kedua) dari salah satu kampus di Perancis, penulis berhak membimbing 6 mahasiswa program doktor di bidang Competitive Intelligence (CI). Menurut saya, ini adalah angin segar bagi masyarakat Indonesia yang ingin menempuh program doktor di bidang yang sama dengan penulis. Mengingat salah satu persyaratan mendaftar program doktor adalah memerlukan adanya pembimbing yang bersedia membimbing calon mahasiswa terlebih dahulu, maka keberadaan penulis ini mampu membuka peluang pembaca untuk menghubungi beliau.

Penulis menjadi pembicara dalam seminar tentang CI di ITS tahun 2016
sumber

Selain itu, gagal menjadi caleg tidak membuat penulis berhenti bersosialisasi di kalangan anggota dewan. Latar belakang bersekolah di Perancis dengan keilmuan yang masih belum ada saat itu, mampu menjadikan CI sebagai bahan perbincangan santai sekelompok kecil anggota dewan yang menjabat. Dari situlah munculnya kebijakan CI diajarkan di beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia dan berlaku sejak Kemendikbud Pak Nuh menjabat. Bahkan tanpa terlibatnya penulis sebagai anggota dewan, ia menjadi lebih fokus pada pengembangan keilmuan yang dimilikinya. Tidak hanya mengajar di kampus asal ia belajar sebelumnya, tapi juga terlibat aktif pada kampus-kampus di Asia yang bekerjasama dengan Perancis di bidang CI. Tidak ketinggalan pula, beberapa publikasi internasional berkaitan dengan CI juga turut memperkuat rekam jejaknya di bidang yang ia kuasai. Demikian juga dengan perjalanan hidupnya, kembali ke Perancis mampu mempertemukan penulis dengan pria lain dalam hidupnya. Meskipun tidak ada detil kehidupan yang terperinci setelahnya, saya yakin luka-luka penulis atas masa lalu telah berangsur-angsur sembuh seiring bergantinya waktu dan kegiatan poistif lain yang terus ia jalankan. Seperti tercantum dalam berita ini, penulis telah menikah dengan pria yang saya duga sebagai pria yang pernah saya sebutkan sebelumnya.


Resensi ini diikutsertakan dalam Campaign #AkuCintaBuku 

19/01/2017

Memancing minat baca melalui giveaway buku

Beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi akun Goodreads untuk menjelajahi beberapa ‘tabs’ yang tidak pernah saya kunjungi meskipun saya telah lama mempunyai akun di sana. Selama ini website tersebut hanya saya gunakan untuk mencari review beberapa buku yang akan saya beli dan menuliskan segelintir review dari buku yang pernah saya baca. Ternyata, saya menemukan bagian menu ‘Giveaway’ di pilihan menu Goodreads. Sebagian besar giveaway melibatkan banyak penulis mancanegara dan beberapa penulis dalam negeri. Ada pula informasi giveaway yang selalu diupdate oleh para member Goodreads Indonesia.

sumber: klik disini

17/12/2016

Majalah AramcoWorld

http://www.aramcoworld.com/en-US/About/Print-Subscriptions

Alhamdulillah, kemarin telah datang paket sebuah majalah berjudul AramcoWorld. Majalah yang diterbitkan atas kerja sama negara Arab dan Amerika di bidang perminyakan ini gratis untuk pembaca di seluruh dunia secara terbatas. Berisi dua puluh halaman bewarna sudah merupakan nilai lebih untuk sebuah bacaan yang dapat kita peroleh secara cuma-cuma. Bahkan, dengan sekali berlangganan, kita akan mendapat majalah ini setiap dua bulan sekali selama dua tahun. Kalau ingin mendapat lagi majalah ini dua tahun setelah pengajuan awal, maka kita perlu mengajukan kembali ‘perpanjangan’ untuk berlangganankembali. Namun kita memang perlu bersabar untuk menanti kedatangan majalah ini, yang memakan waktu hampir 3 bulan lamanya.

Keterangan lebih jauh mengenai cara berlangganan 

Nah, teman-teman pasti penasaran kan apa sih tujuan dari majalah AramcoWorld ini? Berikut ini penjelasan singkat yang tercetak pada cover bagian dalam majalah ini.
“We distribute AramcoWorld in print and online to increase cross-cultural understanding by broadening knowledge of the histories, cultures and geography of the Arab and Muslim worlds and their global connections.”
Jadi, isi dari majalah ini tidak melulu pada Arab, tetapi juga budaya di negara Asia yang juga masih berhubungan dengan Arab. Misal pada edisi yang saya peroleh, terdapat artikel berjudul Rites of Flight: Falconry in Japan. Bercerita tentang Falconry Master yang melatih burung elang untuk dilibatkan dalam misi tertentu. Tidak hanya mengulas peranan burung elang di masa lampau yang dilibatkan dalam permiliteran, tapi juga mengulas sebuah festival yang berkaitan dengan peranan para elang atau siapa saja yang terlibat. Dahulu kala, Arab juga menggunakan media burung untuk berkomunikasi dengan Jepang. Hingga akhirnya diadakanlah festival yang mengundang para 'pelatih' elang sebagai tamu kehormatan, serta dipersilahkan unjuk kemampuan untuk menerbangkan para elang. Festival yang dikenal oleh generasi sekarang sebagai pertunjukan keahlian burung dalam mengejar buruan. 


Lalu, artikel yang tak kalah menarik lainnya, adalah Street Food Istanbul Style. Berisi review ringkas disertai lokasi tempat makanan tersebut didapatkan. Ini membuat para calon traveler cukup merasa lega atas referensi ini. Tampilan makanan kaya rempah-rempah dapat kita bayangkan dengan hanya melihat gambarnya saja.



Nah, penasaran ingin ikutan berlangganan secara gratis majalah ini? segera kunjungi website yang ada pada caption gambar pertama ya. Selamat mencoba ya :)

24/11/2016

Antara Event Buku Murah dan Bacaan gratis

Akhir-akhir ini beberapa event penjualan buku berjalan ramai di kota sebelah. Meskipun bukan buku terbaru, harga yang terjangkau membuat banyak orang terutama reseller berdesakan berburu buku obral. Mulai dari buku mewarnai untuk anak-anak, sampai buku teori-teori filsafat dapat diperoleh pengunjung yang beruntung. Maklum, penjualan jenis demikian tidak sama dengan penjualan buku di toko yang tiap pengunjung dapat mengecek ketersediaan dan jumlah buku yang ada. Setiap kali penyelenggara acara akan melakukan restock buku, pengunjung tidak bisa menerka jenis buku apa yang akan dipajang. Persaingan mendapatkan buku tertentu juga terasa samar-samar. Siapa yang sigap dan cepat, dia lah yang dapat. Apalagi beberapa pengunjung yang berkali-kali datang demi mendapatkan buku-buku yang menurutnya menarik, juga lebih memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan buku tertentu.

Di lain tempat, berapa blog pribadi di dunia maya, Giveaway buku pun tak kalah meriah karena diikuti puluhan pembaca yang ingin mendapatkan bacaan gratis. Namun sayangnya, karena saya belum merasa mampu memberikan buku seperti mereka, dan tidak yakin apa yang saya baca digemari juga oleh kebanyakan pembaca, maka dalam tulisan ini saya akan share beberapa cara atau link untuk mendapatkan bacaan gratis yang pernah saya peroleh.

  • Buku bacaan Islam dari Hakikat Kitabevi dan C.I.M.S Corp pernah saya tulis sebelum tulisan ini. Pemeluk agama lain juga mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapat bahan materi agama gratis dari yayasan yang berkaitan dengan agama yang diyakini, tinggal search saja di mesin pencari (misal google) dengan menggunakan kata kunci agama tertentu untuk mendapatkan buku yang diharapkan.
C.I.M.S Corp menawarkan buku berbahasa Indonesia
Hakikat Kitabevi 



  • Majalah tentang keamanan yang diberikan oleh perusahaan keamanaan di Indonesia yang berjudul Indo security system, setelah menjadi member. Majalah ini menggunakan kertas glossy dan cetak warna. Isinya merupakan beberapa artikel berkaitan keamanan melalui CCTV dan tentu saja produk yang ditawarkan. 

http://www.indosecuritysystem.com/subscribe



  • Majalah pariwisata atau travel guide. Tidak hanya menggunakan kertas biasa, ada juga yang menggunakan kertas glossy dilengkapi dengan cetak warna menyajikan pemandangan indah di Negara tertentu. Teman-teman bisa mencari lewat google tentang departemen pariwisata Negara tertentu dan melihat apakah mereka menawarkan printed edition atau hanya versi digital saja. Tidak semua departemen pariwisata menawarkan gratis majalah nya, ada juga yang tidak gratis. Teman-teman juga bisa menghubungi agen-agen perjalanan yang melayani Negara tujuan tertentu untuk meminta informasi sebanyak-banyaknya dengan memilih brosur/majalah gratis. Brosur dan majalah ini bisa dijadikan referensi untuk siapa saja yang akan mengunjugi negara tertentu, atau sekedar memenuhi rasa ingin tahu 'seperti apa di negara tersebut'.


http://www.myswitzerland.com/en-id/about-switzerland/brochure.html

https://www.travelportland.com/travel-portland-magazine/

http://www.austria.info/au/brochures#brochure-wrapper-2836170
Nah, bila ingin mencoba, ketikkan alamat-alamat yang ada di bawah gambar dan ikuti arahan yang diberikan. Penawaran tidak berlaku selamanya. Bisa jadi mereka menutup permintaan sewaktu-waktu karena beralih ke versi digital.

Terlepas dari cara apa kita mendapatkan bacaan, akan ada banyak cara untuk menjawab ketersediaan bacaan yang kurang. Tulisan ini hanya secuil  dari sejuta kemungkinan mendapatkan bahan bacaan dari mana saja. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

24/10/2016

SERBA-SERBI BAZAAR BIG BAD WOLF DI SURABAYA

Halo.... Sekarang saya mau menyampaikan hal yang tidak terlalu umum dibahas oleh pengunjung lain dari suatu acara bazaar buku. Iya, karena banyaknya rasa penasaran dari teman-teman yang belum berkunjung ke bazaar buku Big Bad Wolf (BBW) dan beragamnya pendapat teman-teman lain yang telah berkunjung, maka saya merasa ingin ikut menambah bahan pertimbangan bagi teman-teman yang masih galau antara jadi berkunjung atau tidak. Masih mau melanjutkan membaca? :D


Suasana di dalam Jatim Expo

Surabaya menjadi kota kedua di Indonesia – setelah Jakarta, sebagai tempat diselenggarakannya acara bazaar buku kelas internasional Big Bad Wolf (BBW).  Berlokasi di gedung JX Internasional (Jatim Expo), acara ini menawarkan potongan harga besar-besaran. Acara yang resmi buka mulai tanggal 20 – 31 Oktober 2016 ini memberi kesempatan calon pengunjung untuk berbelanja 24 jam nonstop (kecuali tanggal 31 oktober hanya sampai jam 22.00 WIB). Namun, ternyata tidak semua pengunjung puas setelah mengunjungi event ini. Kira-kira 'ketidaknyamanan' apa saja yang dialami pengunjung dari acara ini? Tanpa melakukan polling dan survey, serta hanya berbekal komentar beberapa pengunjung, berikut ini sedikit pengamatan dari komentar yang ada (bercetak tebal) dan alasan yang kemungkinan menjelaskan mengapa komentar tersebut muncul (penjelasan di bawahnya).

21/09/2016

Buku Gratis 2

Alhamdulillah...hari ini saya mendapatkan lagi paket buku gratis. Kali ini dari Turki; Hakikat Kitabevi. Nah, bila dibandingkan dengan paket buku gratis sebelumnya, paket kali ini berisi buku yang lebih tebal. Bukan seukuran pocket book, bukan berupa booklet, namun seukuran buku-buku tanya jawab permasalahan dalam Islam.

Tampilan awal paket buku

Buku-buku jenis apa yang ditawarkan?

Kalau saya membaca review blogger yang mendapatkan paket buku ini terlebih dahulu, buku-buku yang ditawarkan adalah buku-buku agama Islam beraliran ahlus sunnah wal jama'ah. Pada website Hakikat Kitabevi, pengunjung dapat memilih beberapa judul buku dari 23 pilihan judul buku dengan beberapa bahasa. Waktu itu saya hanya boleh memilih paling banyak 6 buku saja dan memilih buku berbahasa Inggris (Bahasa Indonesia tidak tersedia). Namun, ketika saya membuka sampul coklat pembungkus paket, saya cukup kaget karena menerima 11 buku. Hanya 3 buku yang pernah saya pesan dan sisa nya adalah bonus.